Sebuah Cerita Dari Pejuang.Jarak


Ini tentang kita.
Perbedaan tempat, perbedaan waktu, perbedaan keadaan, kegiatan, dan kebiasaan, adalah rasa dalam hubungan ini. 
Lupa untuk mengabari, menunggu sejak malam sampai dini hari, tidak berkomunikasi berhari-hari adalah kontrol terberat selama ini. 
Curiga, khawatir, cemburu, dan rindu, berkecambuk setiap waktu. 
Berat, sebenarnya berat berlipat-lipat. Kalau bukan karena serius, lalu untuk apa aku menyangga semua ini ?

Apa kamu tahu sayang ? perubahan itu benar-benar terasa. Sangat mengganjal.  Dari kamu yang sulit untuk dihubungi, membalas pesan ku hanya bila ingat, tidak menelpon untuk bertanya bagaimana aku, enggan membaca pesan ku, bahkan enggan bertukar cerita dengan ku. Mungkin untuk menjawab pertanyaan ku juga berat bagi mu.
Kamu tahu ? Aku memilih diam. Aku memaksa hati untuk menikmati semua itu. Meski sedikit sesak, Aku menahan diri untuk tidak menuntut lebih, dan mendorong sabar ku agar terus memimpin. Aku diam. Aku tidak mau mempermasalahkan ketidakkesukaan ku. Aku lebih memilih untuk menerima mau mu. Aku memilih untuk berpura-pura kuat, walau sebenarnya kuatir. Aku memilih untuk diam. Untuk tidak berprotes, untuk tidak marah. Selemah itu hati ku yang begitu mencintaimu. Selemah itu ego ku yang kalah karena aku menyayangi ku.

Aku sudah percayakan semuanya pada mu. Ku pasrahkan hati ku, entah mau kau apakan itu. Kau jaga aku bangga, kau rusak aku akan kecewa. Bukan aku tidak mau tahu bagaimana kamu disana. Kalau kau pernah ditanya orang "Pernah tidak kamu tulus sama seseorang ? Tidak peduli seperti apa dia terhadap mu tapi rasa mu tetap utuh memaksa berdiri dan tetap percaya bahwa hidup mu akan bahagia dengannya", dan jika kamu tidak bisa menjawabnya, maka ingatlah aku. Seperti itu lah aku padamu. 

Semoga tetap baik disana. Kekhawatiran yang mengerubungi pikiranku, akan sebisa mungkin ku kendalikan dengan mengubahnya menjadi sebuah doa untuk mu. Semoga apa pun yang kau lakukan tidak menyulitkan mu disana. Sehatlah selalu lahir dan batinmu. Bertahanlah sebisa mu saat dunia menjatuhkan mu. Bangunlah sesegera mungkin dari mimpi buruk yang menghantui mu. Juga, kembalilah saat dirasa kau sudah lama tak menjumpai ku. Bagaimanapun, aku punya rindu untuk kau tau.

Dibandingkan meneruskan amarah ku, aku lebih memilih untuk berbaikan saja dengan mu. Lelah sekali rasanya jika harus bertengkar dalam jarak yang jauh. Tidak akan menyelesaikan masalah, ku yakin akan semakin runyam. Aku akan memilih untuk menuruti kemana alurnya. Tanpa berprotes dan tanpa berkeluh. Yang kupikir sekarang adalah bagaimana caranya bertahan ditengah lelahnya keadaan. Kita jauh, banyak pekerjaan, komunikasi sedang tidak lancar, dan jarang bahkan tidak pernah bertemu. Semoga kau pun beritikat demikian

Hei, ku rinduuu

Untuk kalian, Masih LDR ? Udah bertahun-tahun ? Bertahan dan bisa nerjang semua masalah ? Sampai sekarang masih ? Dan dengan orang yang sama ? Kalau jawaban dari semua pertanyaan diatas adalah "iya", maka kamulah orangnya. 
Kamu hebat, kamu yang terbaik, kamu yang kuat yang sanggup bertahan sampai dititik sekarang ini!. Jangan peduli dengan omongan buruk orang tentang kamu, pasanganmu, keluarganya, keluargamu, dan hubunganmu. Kamu lah perannya, kamulah yang tahu alurnya, mereka sebagai pemirsa takkan paham apa yang selama ini kau usahakan hingga mampu bertahan berdiri kuat dan menggenggam tangannya erat. Kuat, hebat, dan semangat !

Sumber : Instagram @pejuang.jarak (26/09/19)-(8/11/19)-(29/11/19)-(5/12/19)-(10/12/19)

Ada yang mau berbagi cerita hubungan.. 
komentar dibawah yaaa..
akan ku tanggappi :)
Instagram @Kurniyati._

Comments